UKM PIB USM MENYELENGGARAKAN KULIAH UMUM PEMASYARAKATAN DAN REVITALISASI NILAI-NILAI PANCASILA

SEMARANG – Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB) Universitas Semarang bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tngah menggelar Kuliah Umum Pemasyarakatan dan Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila, dengan tema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari” di Gedung menera Prof. Muladi Ruang Teleconference lantai 9 USM pada Selasa (12/12/2023).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh penggurus dan anggota UKM PIB itu menghadirkan dua narasumber Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Haerudin, SH MH serta Dosen Fakultas Hukum, Aista Wisnu putra SH MH.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Haerudin, SH MH mengatakan, Generasi muda berada di usia yang rawan terpapar Intoleran, Radikalisme, juga Terorisme disebabkan kebutuhan jati diri dan eksistensi. Indeks Potensi radikalisme di Jawa Tengah sebesar 6,8 persen. Penyebaran paham radikal yang sering dibumbui narasi heroisme, kemudahan akses internet dan banyaknya waktu luang, kemudian konten dan narasi radikal disebar dengan mudah dan diakses generasi muda.

“lndeks potensi radikalisme cenderung lebih tinggi di kalangan perempuan, generasi muda (gen Z dan milenial) serta pada mereka yang aktif mencari dan menyebar konten keagamaan di internet dan media sosial. tingkat literasi digital di Jawa Tengah masih rendah jika dibangdingkan dengan aksesibilitas masyarakat terhadap internet” ungkapnya.

“Pancasila sebagai ideologi, penting dilihat sebagai hasil dari imajinasi dan penafsiran bersama berdasarkan pengalaman sejarah yang nyata,” tuturnya

Dia mengetakan pancasila sebagai ekspresi dari cipta, rasa dan karsa bangsa Indonesia dan dapat bekerja di tengah Masyarakat, membudayakan Pancasila berarti menghidupkan dan merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan nyata.

“Disinilah peran pentingnya mahasiswa selaku masyarakat juga kaum muda yang wajib menjaga persatuan dan identitas budaya di era globasasi untuk selalu menerapkan nilai-nilai Pancasila yang merupakan falsafah negara serta UUD 1945 sebagai hukum dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan negara dan pengelolaan kehidupan berbangsa, serta semboyan bhinneka tunggal ika merupakan panduan atau pedoman untuk mengelola bangsa yg plural & multikultur.” katanya.

Sementara itu Dosen Fakultas Hukum, Aista Wisnu putra SH MH mengatakan aka nada banyak tantangan di masa depan seperti perlunya sikap adaptif dan terbuka dengan hal baru pada teknologi, cenderung terbuka (open minded), individualis, dan multikultur.

“Pancasila perlu dimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak terpengaruh oknum yang tidak melaksanakan secara utuh.” Tuturnya.

Dia mengatakan, Penguatan pada seluruh lapisan masyarakat perlu dilakukan, melalui kelembagaan FPK dan Perantara (bagi generasi muda) juga Penting untuk menguatkan kesatuan masyarakat adat, dan menjadikannya sebagai laborat penguatan Pancasila, pembauran dan kebhinnekaan dalam tindakan.

Sementara itu, Yunika Rosari selaku Ketua Umum UKM PIB mengatakan kegiatan ini di selenggarakan dengan tujuan agar mahasiswa paham dan mengerti terkait intoleran, radikalisme dan terorisme sehingga dapat mewaspadai serta mencegahnya.

“Mahasisawa selaku bagian dari lapisan masyarakat haruslah dapat menjadi contoh dalam pengimplementasian dari nilai-nilai luhur Pancasila,” ungkapnya.